Senin, 13 April 2009

BIO-rock… rock the WET-world!



Latar belakang,

Sebuah agenda dari Diskanlut propinsi NTB sedang dicanangkan. Konon diajukan dalam juklak DAP ke departemen pusat, untuk 2009 sekarang. Pembuatan stasiun lokasi Bio-rock di salah satu wilayah NTB. Dan kisah ini baru saya dapat sepulang Jakarta, saat hadiri kongres HAPPI November 2008 lalu. Ceplos ide itu saya dengar dari seorang staf Diskanlut, berperan juga sebagai officer lembaga KMB-RC NTB. Selagi saya diminta sumbangan artikel tema laut untuk jejali muat konten news-letter per-triwulan.

Jujur, saya kurang puas dengan skup batasan kolom. Artikel saya jadi terpotong. Seolah kebijakan konvensional aktif peran pihak editor. Missing “link-sentence” bagi saya pribadi adalah tabiat mutilasi transgenik! Raibnya sebagian struktur bangun sebuah tulisan sama hal-nya upaya manipulasi. Kebiri prosa, dijaman kemelut gulir keterbukaan era informasi, derap sungsang - ritme ironis. Padahal masih berpeluang manfaatin sarana Blog gratis di rana IT. Tekan budget. Teralihkan dana alokasi lain.

Pertimbangan pemuatan artikel saya simple saja. Pesan singkat - jangan hapus sisip alamat blog, persis dibawah nama penulis. Toh bisa jadi propaganda vehicle, wide-spread effect. Maklum, http://gala-aksi.blogspot.com masih taraf awal gulir. Ajang promo-aksi!


Baur alur bincang. Sayapun diharap bikin sumbangsih tulisan singgung Bio-rock. Redaksional sekaligus jadi salah satu acuan referensi. Halus saya tolak. Sebab gulir sebuah benih program harus “diawali” oleh pihak bersangkutan. Diskanlut maksudnya. Saya cuma bilang, tulisan saya bukan ber-gaya formal. Terlebih jauh bobot ilmiah. Kerap adopsi sisip pribahasa dangkal. Bicara semau-nya dengan acuan pengalaman pribadi. Semerbak opini.

Sementara, ternyata saat itu tidak jauh dari momentum seminar Bio-rock yang terselenggara di salah 1 dive operator, gili Terawangan. Peserta-nya banyak. Termasuk beberapa personil “unyil”. Singkatan Unit Nyilem,bagian UKM-UGM. Tahun 2006, yayasan JARI dan Unyil pernah kerjasama garap Bio-rock. Lokasi terpilih di LabuhanPandan-Sambelia, Lombok Timur.

Kini saya paham. Canang program “Bio-rock base station” ini tidak lebih dari hasrat akibat momentum tadi. Sebagaimana gulir dialog seminar resmi yang diadakan kemudian di Bappeda Propinsi NTB. Cetus ide sesaat atau memang atas pondasi pemahaman kuat. Semoga tidak berpola program Trend-setter.


Tulisan ini blom berakhir! Next, masih bakal saya curah sekedar upaya in-depth, pendalaman kakus…eh! Maksudnya mau nulis dalami kasus.




Daftar indeks :

DAP : Daftar Acuan Proyek

Diskanlut : Dinas Perikanan dan Kelautan

HAPPI : Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir

KMB-RC NTB : Konsorsium Mitra Bahari – Regonal Center Nusa Tenggara Barat

UKM-UGM : Unit Kegiatan Mahasiswa-Universitas Gajah Mada

JARI : Juang Laut Lestari

Tidak ada komentar: